Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mendidik Anak dengan Kisah Teladan

 


Di dalam Al-Quran  menurut Imam An-Nawawi salah seorang ulama tanah air yang besar yang tumbuh di tanah suci dan beliau menjadi salah seorang ulama besar pula di Mekah Al Mukaromah, mengatakan bahwa di dalam Alquran itu tidak kurang ada sekitar 1.000 ayat yang berisi kisah dan khobar. Allah tidak mungkin menurunkan ayat-ayat tentang kisah bila tanpa manfaat, bila tanpa faedah, bila tanpa ada juntrungannya, bila tanpa ada niat untuk sesuatu yang sangat mulia, karena kisah-kisah yang dalam Alquran itu bukanlah sekedar kisah, bukan sekedar dongeng-dongeng yang terdahulu, kisah fiksi, tapi ada sesuatu yang ingin allah berikan pada kita terutama dalam pendidikan anak-anak.

Kita bisa melihat bagaimana dunia anak ini adalah dunia yang penuh dengan imajinasi dunia bermain dunia menjadi panutan dan dunia senang dengan kepahlawanan.

Kalau kita melihat kondisi anak-anak maka mereka adalah sosok sosok yang memang senang dengan imajinasi, senang dengan khayalan, senang dengan kisah, senang dengan dongeng, senang dengan yang namanya fantasi imajinasi dengan tokoh-tokoh super yang mereka anggap hebat. Ini memang dunia anak-anak, nah disinilah orangtua harus pandai-pandai dalam memanfaatkan kesempatan di setiap waktu pada saat bermain, berbincang-bincang dengan anak, ngobrol dengan anak kita, bisa menanamkan nilai-nilai pada pribadi mereka, bisa juga kemudian melatih pribadi mereka menjadi sosok yang bisa memberikan manfaat pada orang lain atau setidak-tidaknya yang bisa mandiri di dunia anak-anak.

Namun sayangnya pada hari ini dunia anak itu lebih banyak diisi dengan tokoh-tokoh fiksi rekaan barat, seperti Batman, Superman, dan lain-lain. Masyarakat Barat itu, mereka mengidolakan tokoh-tokoh buatan mereka sendiri, kenapa karena masyarakat miskin dengan keteladanan, miskin dengan uswah sampai mereka bingung siapa yang harus dijadikan teladan. Jadi sudah biasa Kemudian ada yang mengidolakan tokoh-tokoh komik. Tokoh-tokoh komik tersebut sebetulnya memang tidak ada tapi karena begitu serapuhnya peradaban masyarakat barat sampai kemudian dijadikan idola. Inilah gambaran kebangkrutan peradaban barat, gambaran betapa rusaknya kehidupan masyarakat sekuler kapitalis liberal.

Alhamdulillah bahwasanya kita ini ada dalam agama yang mulia, agama yang memberikan banyak tuntunan, agama yang juga banyak memberikan kepada kita Syariat agama yang juga kemudian Allah ta'ala memberikan kita satu tuntunan agar kita mempelajari kisah-kisah terdahulu.

oleh karenanya kita sangat beruntung bahwa Allah ta'ala memberikan kita satu tuntunan yang sangat luar biasa di dalam Quran Surat Yusuf ayat 111: Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal.  Jadi perlu diperhatikan, bahwa kisah-kisah dalam Alquran itu untuk siapa? Hanya untuk Ulil Albab, untuk orang yang memiliki akal.
Ditegaskan dalam ayat ini bahwa kisah-kisah dalam Alquran itu adalah bukan cerita-cerita atau omongan yang mengada-ada. Ini bukan fiksi bukan rekaan.  Ketika Allah menciptakan, misalnya azab yang menimpa kaum Nabi Nuh Alaihissalam. Menciptakan azab yang menimpa kaum Ad, kaum tsamud atau ketika Allah mengisahkan bagaimana dari batu lalu muncullah unta milik Nabi Saleh Alaihissalam, itu bukanlah kisah yang mengada-ada, bukan fiksi itu bagian dari keimanan kita kepada Allah. Ini adalah bukan kisah cerita yang dibuat-buat dan terekam dalam Quran. Allah sampaikan pada kita dan kita meyakini Alquran adalah ayat-ayat Allah.

Alquran membenarkan apa yang sudah ada dalam Taurat, dalam Injil, ada kisah-kisah nabi, umat terdahulu. Betul ada kaum Nabi Luth, betul ada kaum Ad, kaum tsamud, betul ada kaum Nabi Nuh Alaihissalam. Dan kisah-kisah alquran itu merinci segala sesuatu yang ada dalam kitab Injil, Taurat. Rincian yang lebih lengkap dalam Quran, gimana kisah Nabi Daud Alaihissalam, Nabi Sulaiman Alaihissalam.
Jadi jelaskan apa faedah, ada hikmah dari kisah-kisah yang Allah sebutkan dalam Alquran. Apa itu? sebagai petunjuk (hudan). Jangan meremehkan kisah-kisah dalam Alquran, seperti juga jangan meremehkan kalau anak-anak membaca atau menonton kisah-kisah bukan datang dari Islam. didalamnya ada petunjuk, tapi bukan petunjuk pada Hidayah tapi mengarah pada dholalah. Hati-hati dengan kisah itu ternyata di dalamnya bisa ada petunjuk,
tapi apa yang paling benar adalah kisah dalam Quran. Alquran ini menunjukkan manusia ke jalan yang paling lurus.

Kalau kita bacakan atau anak kita membaca kisah Nabi Yusuf Alaihissalam maka ibrahnya sangat banyak, beliau sosok anak yang berbakti kepada ayahnya, taat pada ayahnya yaitu Nabi Yaqub Alaihissalam. Sosok yang iffah, menjaga kehormatan, tidak tergoda dengan kecantikan perempuan. Bahkan sampai memilih masuk penjara daripada hidup dan tengah-tengah kaum perempuan. Ibrah sangat luar biasa. Kalau anak-anak kita, mereka ingin yang ganteng dipuja-puji seperti itu, kita sampaikan kisah Nabi Yusuf. Nabi Yusuf itu sosok yang tidak ada yang mengalahkan ketampanannya. Tapi ternyata Nabi Yusuf Alaihissalam ini dia beliau lebih memilih untuk menjaga Marwahnya, kehormatannya punya sifat iffah memilih masuk penjara ketimbang mengikuti fitnah-fitnah yang dari kaum perempuan, ini luar biasa.

Jadi ini ada hudan (petunjuk), ada kasih sayang (rahma), dengan kisah-kisah ini menyampaikan bahwa ada rahmat Allah. Allah merahmati Nabi Yunus Alaihissalam yang melakukan kekhilafan. Ibrah ini bukan berbuat maksiat, tapi beliau menghadirkan sesuatu yang tidak utama yaitu meninggalkan kaumnya padahal azab belum turun, belum juga ada perintah Allah tapi beliau meninggalkan kaumnya kemudian Allah memberikan teguran kepada Nabi Yunus Alaihissalam ditelan ikan yang sangat besar, tapi karena Nabi Yunus Alaihissalam adalah hamba yang saleh, di dalam lambung ikan yang sangat besar itu yang secara akal harusnya mati di sana tapi Nabi Yunus berdzikir La ilaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadzolimin terus berulang-ulang, itulah Allah memberikan rahmat pada nabi Yunus Alaihissalam dan beliau selamat.  Allah berikan juga keberkahan dan kemudian bisa dikeluarkan dari perut ikan paus dengan selamat, diberikan makanan dan bisa pulang kembali ke negerinya dengan selamat dan diterima oleh kaumnya.

Ini hal yang sangat istimewa yang sangat spesial bahwa agama kita terutama Kitabullah Al Quran ini memiliki kisah-kisah sangat dahsyat,  sangat luar biasa terdapat unsur-unsur pendidikan yang sangat besar dalam kisah-kisah itu.  Memang kemampuan kita sebagai seorang muslim, sebagai orang tua, sebagai seorang ayah, seorang ibu yang harus bisa kemudian Bagaimana bisa mengambil ibrahnya dan sampaikan pada anak-anak kita. Ini harus kita lakukan. Sebagai orang tua tidak hanya sekedar membacakan, tidak mengulas, tidak memberikan penjelasan apa Ibrah dalam kisah itu. Bagaimana kisah Nabi Nuh Alaihissalam yang Allah perintahkan membuat kapal besar di atas gunung, kita ceritakan begitu saja. Allah suruh Nabi Nuh bikin kapal di atas gunung. Nabi Nuh menurut seperti itu, tidak kita ungkap apa ibroh didalamnya. Nah ini perintah yang sebetulnya tidak masuk di akal tapi Nabi Nuh meletakkan Iman di atas segalanya. Iman itu adalah segala-galanya. Allah sudah memerintahkan sesuatu walaupun mungkin secara keinginan, secara akal ini sepertinya nggak bisa diterima, tapi Nabi Nuh yakin. Nabi Nuh punya akal yang lebih panjang lagi, tidak mungkin Allah memerintahkan sesuatu yang mustahil, tidak mungkin Allah menyuruh hambanya mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat, pasti dibalik perintah Allah ada maslahat, ada kebaikan. Kita sampaikan sebagai ibroh bagi anak-anak kita, ini suatu pelajaran bahwa setiap perintah Allah, setiap syariat Islam itu walaupun barangkali tidak disukai masyarakat dan orang-orang tapi anak ini ketika dia ingat dengan kisah nabi Yunus, nabi nabi Nuh Alaihissalam misalnya atau kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam yang disuruh menyembelih putranya Ismail kemudian akan tertanam dalam hatinya, mungkin saya tidak tahu apa kebaikan perintah itu, tapi saya yakin bahwa setiap Allah memberikan perintah, Allah memberikan larangan, jika saya ikuti seruan itu maka nanti akan mendapatkan kemaslahatan dunia dan akhirat. Akan muncul seperti itu dalam diri anak kita.

Apa tugas kita orang tua? Tugas kita adalah menceritakan kisah dalam Al-Quran pada anak-anak kita. Jangan remehkan yang namanya kisah, jangan remehkan yang namanya cerita-cerita karena di sana terdapat petunjuk (hudan) dan terdapat rahmat dari Allah SWT, bagi siapa? Bagi Ulil Albab, orang-orang memiliki akal yang sehat, akal yang jernih, yang dengan keimanannya bisa mengupas, mengambil ibroh untuk disampaikan pada anak-anak kita.

Ternyata kita bisa mendidik anak itu diantaranya lewat kisah-kisah yang Allah sudah sampaikan di dalam Alquran. Kitapun berbahagia karena kita sebagai seorang muslim, sebagai orang tua karena kita ada di dalam agama (Din) yang sangat luar biasa. Yang memberikan tuntunan bahkan untuk kisah pun ada tuntunannya dalam Alquran yang itu ada Rahmah-Nya, ada Hudan-Nya bagi setiap orang yang mengambil pelajaran (ibroh). La haula wala quwwata illa Billah.

Imam Nawawi Al Bantani dalam kitab nihayatuz Zain fil irsyadil muttadin mengatakan bahwa ada tidak kurang 1000 ayat yang berisi kisah dan khabar.

Bagaimana pendapat para ulama, bagaimana kebiasaan para ulama di dalam Tarbiyah dalam mendidik generasi-generasi muda, ada satu perkataan dari Imam Ali Bin Hasan bin Ali ra. Ali bin Hasan adalah cucu dari Sayyidina Ali dari putranya Hasan. Ali bin Hasan mengatakan kami mempelajari (kisah) peperangan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan perjalanan hidup belau sebagaimana kami mempelajari surat di dalam Alquran.

Ternyata merupakan sebuah pola pendidikan yang dilakukan oleh para ulama terdahulu kepada murid-muridnya, kepada anak-anaknya, mengajarkan kisah-kisah, diantaranya  kisah-kisah peperangan dan juga tentang ekspedisi militer para sahabat itu ditanamkan, sebagaimana guru-guru, sebagaimana orang tua mereka menanamkan Alquran pada mereka.

Imam Ali Bin Hasan sampai mengatakan ini sebanding kalau kita menceritakan pada anak-anak tentang maghozi (perang yang dipimpin langsung oleh Nabi, kalau saroyah itu ekspedisi militer yang dipimpin oleh sahabat tapi bukan oleh Nabi), ternyata para ulama itu menanamkan ini, menceritakan ini, mengajarkan ini, kepada murid-murid mereka, kepada anak-anak mereka sebagaimana mereka mengajarkan Quran.

Sangat prihatin sekarang ada upaya untuk menghapuskan kisah-kisah perang, upaya untuk menghilangkan fiqih jihad dalam buku pelajaran. Ini sudah bertentangan dengan dunia pendidikan Islam. Karena ingin menghancurkan salah satu konsep pendidikan yang agung dalam Islam. Padahal ini sebetulnya sesuatu yang menjadi bagian dari pola Tarbiyah (Pendidikan) terhadap umat dan kepada anak-anak kita. Ajarkan Anak-anak tentang Perang Badar, Perang Uhud, perang Hunain, perang mu'tah, Perang Tabuk, sehingga mereka jadi pemberani, tangguh dalam mengarungi kehidupan dunia ini.
 

Posting Komentar untuk "Mendidik Anak dengan Kisah Teladan"